Feeds:
Posts
Comments

Aku muslimah mendambakan seorang imam

Untuk :

{  Bimbingan

{  Kepastian/keputusan

{  Dorongan

{  Perhatian

{  Kasih sayang

Engkau adalah calon imam

Dipersiapkan untuk:

|  Memberi bimbingan

|  Memberi Kepastian/keputusan

|  Memberi dorongan

|  Memberi perhatian

|  Memberi kasih sayang

Aku muslimah memiliki kelembutan dan kesabaran

Engkau seorang imam memiliki ketegasan dan kepemimpinan

Kita diciptakan untuk berbagi dan berkompromi

Bersatu untuk menutupi segala kekurangan diri dengan kelebihan masing-masing

Menuju ke-ridhoan illahi..

Bersabarlah..berdoalah..berusahalah..belajarlah..

Allah maha tahu kita diciptakan untuk apa.. Segala hal yang terlihat sulit sesungguhnya hanya karena kita tidak ingin melihat apa yang dilihat.. juga tidak ingin merasakan apa yang harus dirasakan..

Semoga tidak menjadi buta ketika mata masih melihat

Semoga tidak menjadi tuli ketika telinga masih mendengar

Semoga tidak menjadi bisu ketika mulut masih dapat berkata

Semoga tidak menjadi khilaf ketika hati masih ada

>chitsura_desu<

Ya Rabb aku dapet email dari sahabatku, sebernarnya email ini sudah aku dapet lebih dari dua kali. Dari orang yang berbeda, namun kali ini aku berkesempatan untuk menuliskan isi hatiku. Beberapa baris kata itu yang mencubit hatiku dan sangat sedih ketika tahu bahwa aku adalah salah satu orang itu:

Tahukah anda kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya, adalah orang yang sangat lemah Dan butuh pertolongan?

Ya Rabb selama ini aku berusaha untuk sangat tegar , salah satu sahabatku bilang aku sangat kuat ditimpa masalah apapun aku selalu hadapi sendirian. Aku berusaha tegar dihadapan orang-orang yang aku cintai. Aku gak mau kesedihanku membuat mereka sedih. Aku gak mau menambah beban itu pada mereka ya Rabb, karena aku sayang sekali sama mereka.  Oleh karena nya aku selalu menangis dihadapan Mu saja ketika masalah tiba. Dan seketika itu air mata yang Engkau anugerahkan menghapus kesedihanku untuk sementara dan hingga akhirnya aku kembali lagi pada Mu.

“Dan aku bahagia sekali Engkau menjadi sahabat istimewaku selama ini. Terimakasih ya Rabb.”

Tahukah anda kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi orang lain adalah justru orang yang sangat butuh seseorang untuk melindunginya?

Ya Rabb aku tahu Engkau akan selalu melindungiku melebihi apapun oleh karenanya, aku selalu berusaha untuk melindungi orang-orang yang aku sayangi sesuai dengan kemampuanku dan selalu dengan caraku. Aku tidak tahu apakah orang-orang yang aku sayangi tahu bahwa aku sangat melindungi mereka. Aku harap mereka tahu, sebab jika tidak mereka malah akan sangat mengkhawatirkan aku.

Ya Allah ya Rabb, aku meng-klaim diriku sebagai orang yang selalu tegar dan sangat suka melindungi orang-orang yang aku sayang. Tapi ya Rabb jika sendiri aku adalah orang yang sangat rapuh dan sangat butuh perlindungan. Aku baru tersadar ketika aku membaca kalimat-kalimat diatas. Aku selalu bergantung kepada Mu. Tanpa Mu aku akan seperti layangan yang putus melayang di udara tidak tentu arahnya dan akhirnya jatuh di tempat yang tidak diketahui.

Namun ya Rabb, dengan segala karunia, akal dan pikiran yang Engkau berikan, aku belum bisa tersenyum lega. Karena aku belum memberikan rasa ikhlas ku. Aku masih mempunyai keinginan ya Rabb. Tapi aku takut meminta..

Bolehkah aku meminta? Bolehkah aku memilih?

Jika aku boleh memilih…

Aku ingin menjadi tegar seutuhnya.. Aku hanya ingin dicintai ya Rabb oleh dia..

Aku sangat rapuh ya Rabb, butuh pertolongan dan bantuan. Jika aku boleh meminta ya Rabb, bolehkah ia yang aku harapkan menjadi penolongku? Bolehkah ia yang aku sayangi menjadi pelindungku? Sebagai perpanjangan tangan dari Mu.

Aku ingin dia saja mencintaiku, menemaniku, memenuhi setengah agamaku, namun aku tidak pernah mendapat jawaban darinya ya Rabb.

Engkau memperkenalkan aku padanya, Engkau meniupkan rasa cinta untuknya, Engkau membiarkan aku bersamanya.

Aku bahagia ketika dia bahagia

Aku sedih ketika dia sedih

Aku sakit ketika dia sakit

Dia khawathir ketika aku sakit

Dia kecewa ketika aku sedih

Dia bahagia ketika aku bahagia

Tapi ya Rabb aku dihadapannya seperti udara. Ada, dibutuhkan, tapi dibiarkan bebas begitu saja. Dia berharap aku dapat mencari kebahagiaanku sendiri.. padahal kebahagianku, ingin padanya.

Aku sayang sekali padanya ya Rabb, salamkan rasa ini padanya.. Aku ingin rasa ini tidak menjadi dosa, aku ingin rasa yang aku simpan dan hanya aku utarakan pada Mu ya Rabb menjadi pahala, bekal di akhirat nanti..

Sampaikan padanya ya Rabb, bukan orang yang sempurna yang aku inginkan, melainkan dirinya..

Sampaikan padanya ya Rabb, aku aku bahagia bukan karena segala kesuksesan ada padaku melainkan hanya berada disampingnya aku sangat bahagia…

Sampaikan padanya ya Rabb, kesedihanku bukan karena kegagalanku melainkan dia tidak bersamaku…

Sampaikan padanya ya Rabb, kekecewaanku bukan karena aku tidak menggapai cita-cita melainkan dia tidak menginginkanku…

Sampaikan padanya ya Rabb…

Aku ingin tersenyum tanpa pura-pura bahagia

Aku ingin tertawa tanpa rasa luka

Sampaikan padanya ya Rabb…

Betapapun ia menginginkan orang yang lebih baik darinya berada bersamaku, aku tidak bisa bahagia karena aku hanya menginginkannya..

Sampaikan padanya ya Rabb…

Jika ia ingin aku bahagia, tidak ada hal yang bisa dia lakukan untukku.. kecuali berada disampingku

♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥

Jika aku boleh memilih ya Rabb.. Jika aku boleh meminta ya Rabb.. sampaikan padanya aku mencintainya hanya karena Engkau ya Rabb.. aku menunggunya hanya karena Engkau ya Rabb..

♥ chitsura desu ♥

Jilbab

Rasulullah SAW, bersabda: Wanita yang berpakaian tetapi bagaikan telanjang(tidak berjilbab), suka merayu dan dirayu/berlenggak-lenggok. Mereka tidak akan masuk surga, bahkan tidak akan mendapat bau-nya, padahal bau surga itu dapat dicium dari jarak perjalanan sekian-sekian (jarak yang sangat jauh). (HR. Muslim dari abu Hurairah r.a.)

J

ilbab adalah salah satu syari’at (perintah) Allah SWT yang harus dan wajib digunakan oleh setiap wanita muslim yang sudah baliq sebagaimana wajibnya perintah sholat, zakat, puasa, dll. Dalil yang mewajibkan Jilbab ada pada Firman Allah SWT, sbg berikut:

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَ‌ٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَـٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَ‌ٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا ﴿٥٩﴾

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. (QS Al Ahzab : 9)

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَـٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَـٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَآئِهِنَّ أَوْ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَآئِهِنَّ أَوْ أَبْنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَ‌ٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ إِخْوَ‌ٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ أَخَوَ‌ٰتِهِنَّ أَوْ نِسَآئِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّـٰبِعِينَ غَيْرِ أُو۟لِى ٱلْإِرْبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفْلِ ٱلَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا۟ عَلَىٰ عَوْرَ‌ٰتِ ٱلنِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿٣١﴾

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS An Nur : 31)

WAHAI MUSLIMAH Auratmu laksana hamparan ladang yang subur! Jika kau tanami dengan ketakwaan kepada Allah SWT (ditutupi jilbab) maka akan menjadi ladang amal bagimu (pahala) dan jika kau umbar dan dustakan perintah Allah SWT (tidak ditutupi dengan jilbab) maka akan menjadi ladang dosa bagimu dan orang lain yang melihatmu dengan hawa nafsunya.

*)Source: Lembaran Da’wah Nurul Hidayah*Penggilingan*Jakarta Timur

Selingkuh…

A. MUKADIMAH

Islam adalah nizam (aturan) hidup yang paripurna, universal, dan integral. Tidak ada satu dimensi kehidupan pun yang tidak tersentuh oleh nilai-nilai kebenaran ilahiah yang ada dalam Islam. Islam sendiri merupakan solusi atas problematika kehidupan manusia, seperti demoralisasi yang saat ini menggelembung dalam kisi-kisi kehidupan masyarakat. Tidak ada solusi yang paling baik dan benar selain Islam untuk mengatasi dekadensi moral yang merambah setiap dimensi: mulai dari kehidupan pribadi, keluarga, hingga kehidupan masyarakat; mulai dari dimensi politik sampai dimensi sosial-budaya; dan mulai dari dimensi ekonomi hingga dimensi militer. Seluruhnya hanya dapat diatasi dengan kembali berpegang teguh kepada nilai-nilai kebenaran, kebaikan, dan keindahan Islam. Al-Qur`an menjelaskan,

“Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (al-Maa`idah: 50)

Dewasa ini dunia diguncang oleh gelombang demoralisasi yang dahsyat. Demoralisasi ini semakin hari semakin merambah dan merasuki jantung kehidupan serta—tidak ketinggalan—panggung sosial kita. Panggung ini telah diwarnai kisah klasik pemerkosaan, perzinaan, perselingkuhan, dan drama pergaulan bebas. Akhirnya, anak-anak tidak berdosa yang lahir tanpa ayah semakin banyak. Mereka banyak yang telantar karena ayah mereka mengikuti “pendatang baru” (wanita idaman lain) yang dikaguminya. Banyak problem yang berkaitan dengan dekadensi moral lainnya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya perceraian, perzinaan, dan perselingkuhan. Sepanjang tahun 1986 saja telah tercatat angka perceraian yang diakibatkan perzinaan, yaitu mencapai angka dua persen dari 140 ribu-an kasus perceraian di Indonesia (2.800 perceraian). Hal yang perlu diingat: jika dari 2.800-an orang yang melakukan perceraian ini, tiap lima orangnya membuahkan seorang anak, maka dalam setahun terdapat lebih dari 500-an anak lahir akibat perzinaan. Meskipun demikian, angka ini masih relatif kecil bila dibandingkan dengan yang terjadi di beberapa negara. Misalnya, di Prancis, jumlah anak-anak yang lahir tanpa kejelasan orang tua mereka mencapai 30%, Austria 50% dan di Belgia 60% (Saksi, No.7, tahun III, hlm.24, 19 Desember 2000).

Ditambah lagi, gelombang aborsi melanda pula kehidupan sosial kita saat ini. Hampir setiap tahun, bahkan bisa dikatakan setiap bulan, masalah aborsi selalu mencuat menghiasi halaman-halaman media cetak kita. Iblis aborsi yang dilakukan sebagian anak manusia ini sulit dipisahkan dengan yang namanya setan perselingkuhan dan pergaulan bebas. Hal itu disebabkan melalui dua muara inilah muncul saluran aborsi yang sangat deras, seolah-olah tidak mampu terbendung oleh kantong-kantong perasaan takut akan dosa. Aborsilah yang senantiasa menambah deretan angka dosa yang dilakukan anak Adam karena pihak keluarga tidak mau menanggung malu dan gunjingan orang lain. Terlebih lagi hal ini didukung oleh klinik-klinik yang telah melakukan praktik haram, seperti klinik Hermina yang berada di kawasan Tanah Tinggi, Jakata Pusat, beberapa tahun lalu. Begitu juga klinik lain atau rumah berkedok tempat pelayanan jasa atau pelayaanan sosial dan kesehatan, sebagaimana yang tejadi di daerah Kelapa Gading. Sebuah rumah telah berubah fungsi sebagai tempat melakukan praktik haram tersebut.

Meskipun demikian, di negeri kita angka tersebut masih relatif kecil dibanding negara-negara lain. Misalnya, di Amerika, angka aborsi mencapai 29%, Denmark 27%, Italia 25,7%, Swedia 24,9%, dan Jepang 27%. Namun, bisa dipastikan gerakan aborsi ini akan meningkat terus seiring bermunculannya multimedia yang mendukung lahirnya akar permasalahan aborsi, yaitu perselingkuhan dan pergaulan bebas.

Begitulah wajah dunia kita sekarang. Dunia yang gegap-gempita dengan ribuan jenis demoralisasi yang mewarnai setiap dimensi kehidupan.

B. SELINGKUH: HUKUM, SEBAB, DAN DAMPAKNYA

Selingkuh identik dengan affair. Selingkuh juga bisa diartikan hubungan intim atau penyelewengan yang dilakukan istri dengan PIL  (pria idaman lain) atau suami dengan WIL (wanita idaman lain).

Perselingkuhan yang mencapai fase berhubungan intim adalah sama dengan perzinaan yang diharamkan dan dilarang, meskipun itu dilakukan dengan “suka sama suka”. Masalahnya, pada sebagian negara di dunia ini, termasuk negara kita,  perselingkuhan masih belum dianggap problem yang membahayakan sebelum berdampak langsung kepada keluarga. Beda halnya dengan pemerkosaan. Semua orang menganggap bahwa yang disebut pemerkosaan adalah perbuatan bejat, hina, dan amoral yang membahayakan serta membuat obyeknya mengalami depresi yang berat. Lebih aneh jika ada suami-istri yang melegalkan perselingkuhan selama tidak menganggu keharmonisan dan keutuhan keluarga alias saling rela.

Perselingkuhan telah mewabah dalam kehidupan sosial kita. Perselingkuhan tidak pernah mengenal status sosial, tingkat pendidikan, taraf hidup, usia, kelamin, ataupun profesi. Oleh karena itu, hasil penelitian yang dilakukan “Frontier” menunjukkan bahwa 4 dari 5 eksekutif melakukan penyelewengan atau perselingkuhan. Berbeda dengan yang dikatakan Dokter Boyke Dian Nugraha. Ia mengakui bahwa tingkat perselingkuhan di kalangan orang bekerja lebih tinggi. Dokter ini menyitir dari sebuah survai yang dilakukan di Jakarta, diperoleh data bahwa 2 dari 5 wanita bekerja yang disurvai pernah terlibat perselingkuhan sampai tahapan berhubungan intim (zina/making love). Sementara itu, di kalangan pria bekerja didapatkan data bahwa 4 dari 5 pria yang disurvai pernah berselingkuh hingga tahapan zina (SWA 20/XVI/5-18 Oktober 2000, hlm. 24).

Majalah SWA menuliskan sebagai berikut.

“Adri (bukan nama sebenarnya), 45 tahun, manajer bank swasta nasional di Jalan Kebon Sirih, berputra tiga orang. Sudah lima tahun ini ia mengaku berbuat selingkuh tanpa sepengetahuan istrinya. Pasangannya adalah teman dekatnya atau wanita karir yang dikenalnya lewat pertemuan bisnis. Pria yang menghabiskan 2-3 juta rupiah per bulan untuk biaya selingkuh ini mengaku membutuhkan pasangan yang serasi dan sesuai, mulai dari obrolan, penampilan, dan kebutuhannya.

Lain lagi dengan Mira (bukan nama sebenarnya), 35 tahun, periset di lembaga riset pemasaran terkemuka, yang sedang dalam situasi kecanduan seks. Awalnya, diakui Mira, ia dan pria pasangan intimnya—kebetulan atasannya—sering bersama-sama bertugas ke luar kota. “Karena saking kulino dan merasa kesepian, maka kami melakukannya.” Akhirnya, Mira merasa seks bak candu yang membuatnya ketagihan hingga merasa perlu mempunyai dua pasangan tetap, seorang sudah berkeluarga dan seorang lagi masih bujangan.

Masih banyak Adri dan Mira lain yang kita temukan dalam lingkungan kerja atau bisnis di sekitar kita. Lebih-lebih bagi yang memiliki banyak uang dan memiliki kesempatan, yang disertai lemahnya iman. Orang ini akan sangat mudah terperangkap dalam jaring iblis perselingkuhan. Itulah gambaran perbuatan selingkuh yang telah membudaya di kalangan eksekutif kita dan yang telah menjadi nafas sehari-hari kehidupan sosial kita.

C. ISLAM MEMANDANG SELINGKUH

Selingkuh, baik yang masih dalam taraf coba-coba atau yang sudah sampai tahap hubungan intim, hukumnya haram.

Islam tidak saja melarang perzinaan, melainkan lebih jauh melarang umatnya mendekati perzinaan itu sendiri. Artinya, Islam menganjurkan umatnya untuk menjauhi perangkap-perangkap setan sebelum perzinaan. Maka, kita dilarang memandang wanita ajnabiah, ber-khalwat (berduaan), berjabat tangan, dan lain-lain yang menggiring manusia ke jurang kenistaan dan kehinaan zina. Perhatikan ayat-ayat Allah SWT dan hadits–hadits Nabi berikut ini.

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan hijab ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (an-Nuur: 30-31)

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (al-Israa`: 32)

“Ya, Ali, janganlah kamu mengikuti pandangan dengan pandangan yang lain, sesungguhnya bagimu pandangan pertama bukan pandangan yang terakhir.” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi)

“Sesungguhnya pandangan itu (memandang wanita lain) adalah anak panah iblis yang beracun. Maka, barangsiapa yang meninggalkannya karena takut pada-Ku niscaya Aku akan menggantinya dengan keimanan yang mampu mendatangkan kelezatan dalam hatinya.” (HR at-Thabrani)

“Setiap mata melakukan zina, dan wanita apabila memakai wewangian dan lewat di depan majelis (tempat berkumpulnya laki-laki) niscaya ia melakukan yang demikian dan yang demikian itu (zina).” (HR at-Tirmidzi)

“Janganlah laki-laki berduaan dengan wanita yang tidak halal baginya kecuali dengan mahramnya, karena yang ketiga adalah setan.” (HR Ahmad dan Syaikhan)

Beberapa ayat dan hadits di atas menunjukkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk menjauhi hal-hal atau langkah-langkah yang mendekati perzinaan. Ibarat kata pepatah “gunung yang besar itu dari kerikil kecil, api besar yang membara itu dari api kecil.” Maka, perbuatan zina itu juga lahir dari proses yang panjang, yang terkadang sebagian orang menganggap sesuatu yang biasa, seperti memandang, bercanda, makan malam, dan seterusnya.

Untuk jelasnya, perzinaan lahir dari sebuah proses perilaku dengan urutan-urutan sebagai berikut.

“Pandangan akan berubah menjadi lintasan pikiran; lintasan pikiran ini akan meningkat menjadi endapan-endapan yang melahirkan keinginan untuk menyapa, berbicara, kemudian perjanjian dan selanjutnya kencan. Ketika hati sedang jauh dari nilai-nilai kebenaran, maka kehendak yang melebihi kencan akan diputuskan oleh hati yang sedang galau dan jauh dari nilai Islam. Akhirnya, apa yang dirindukan setan akan terealisasi.”

D. SEBAB-SEBAB SELINGKUH

Secara singkat, kita dapat mengkonklusikan bahwa faktor-faktor atau sebab-sebab yang mempengaruhi perselingkuhan ada dua macam: sebab-sebab internal dan eksternal.

  1. 1.         Sebab-sebab Internal

Petama, lemahnya iman. Keimanan seseorang merupakan benteng yang kokoh antara dirinya dan nilai-nilai negatif yang akan mempengaruhinya. Ketika iman tidak bekerja dalam ruang kehidupan seseorang, maka akan muncul keinginan-keinginan dan kehendak-kehendak negatif yang akan diputuskan oleh hati yang sedang sakit. Sabda Rasulullah saw.,

“…Ingatlah, sesungguhnya di dalam jasad ada segumpal daging. Apabila ia baik maka jasad (tindakan) semua akan baik, (sebaliknya) apabila ia rusak maka seluruh jasad (tindakan) akan rusak. Itulah hati.” (HR Muslim)

Artinya, hati yang didominasi nilai keimanan dan ketakwaan akan berbanding lurus dengan kebaikan-kebaikan yang ada. Ia tidak akan penah memutuskan kehendak hewani, pikiran yang jorok, dan syahwat untuk menikmati hal-hal yang diharamkan Islam.

Oleh karena itu, seorang muslim yang memiliki ketahanan iman yang kuat niscaya akan menahan gejolak nafsu berahi di luar bingkai Islam, kapan pun dan di mana pun. Inilah muslim yang cerdas dalam menyikapi kehidupan yang telah digambarkan Rasul kita.

“(Siapa orang yang cerdas dan kuat itu?) Beliau menjawab, ‘Orang yang cerdas (al-Kaiyis) itu adalah orang yang mampu menundukkan hawa nafsunya dan selalu beramal untuk hari kematiannya, sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berandai-andai kepada Allah SWT.” (HR at-Tirmidzi, ia berkata, ‘Hadits hasan sahih’)

Kedua, upaya coba-coba. Ada sebagian pria dan wanita yang melakukan perselingkuhan hanya karena ingin mencobanya. Hal ini seperti yang diungkapkan Dokter Boyke, “Dari kasus selingkuh yang terjadi, banyak yang awalnya coba-coba, meskipun faktor kebosanan terhadap pasangan tetap ikut berperan.”

Namun, kalau kita kembali kepada masalah iman dan ketakwaan, mustahil orang melakukan hal itu selagi cahaya iman masih memancar dalam lubuk hatinya. Sesungguhnya, seorang muslim tidak pernah melakukan hal-hal yang tidak memberikan faedah, apalagi yang berhubungan dengan dosa-dosa besar. Rasulullah saw. bersabda,

“Termasuk kebaikan seorang muslim apabila ia meninggalkan hal-hal yang tidak befaedah.” (HR at-Tirmidzi)

Ketiga, ketidakcocokan dan kebosanan terhadap pasangan. Keharmonisan, ketenteraman, dan kedamaian merupakan sesuatu yang asasi harus dimiliki oleh sebuah rumah tangga. Hal ini ditujukan bagi suami-istri yang menginginkan bahtera keluarga berlayar tanpa menghadapi gelombang-gelombang besar yang membahayakan mereka.

Keharmonisan tidak akan ada jika ketidakcocokan selalu mewarnai rumah tangga. Lebih-lebih yang berkaitan dengan visi dan misi rumah tangga atau yang berkaitan dengan gaya hidup. Cahaya ketenteraman dan kedamaian sedikit demi sedikit mulai redup tatkala kebosanan mulai menutupinya. Selanjutnya, kecintaan dan kasih sayang pasti perlahan-lahan akan meninggalkan ruang keharmonisan keluarga. Akhirnya, pasangan suami-istri ini masing-masing akan mencari suasana baru meskipun diharamkan dalam agama. Dari sinilah mereka mulai melampiaskan keinginan dan hasratnya ke tempat-tempat hiburan untuk menghilangkan kejenuhan dan kebosanan yang ada dalam diri masing-masing. Maka, lahirlah gelombang perselingkuhan dan pergaulan bebas melalui proses panjang yang diawali dengan ketidakcocokan dan kebosanan dalam mahligai rumah tangga.

  1. 2.         Sebab-sebab Eksternal

Sebab-sebab eksternal yang dominan adalah lingkungan yang kondusif untuk melakukan selingkuh—selingan indah keluarga runtuh—serta ajakan teman yang telah menikmati budaya perselingkuhan ini. Dokter Boyke berkomentar,

“Faktor yang paling sering menjadi penyebab terjadinya penyelewengan seks adalah lingkungan, termasuk lingkungan kerja. Pengaruh lingkungan masih sangat kuat, seperti yang dialami oleh eksekutif wanita yang memiliki tujuh rekan wanita, yang semuanya berselingkuh. Ia pun didorong-dorong melakukannya, malahan kalau tidak bersedia ia dilecehkan.”

E. DAMPAK  SELINGKUH

Secara garis besar, selingkuh memberikan dampak-dampak negatif sebagai berikut:

-          Budaya zina akan meningkat;

-          Gelombang aborsi makin membesar;

-          Angka perceraian akan meningkat;

-          Keluarga berantakan;

-          Anak-anak tanpa kasih sayang orang tua dan bisa telantar; dan

-          Dendam yang mengakibatkan pembunuhan kekasih gelap (PIL/WIL)

Solusi

Dari uraian di atas, kita dapat mengkonklusikan bahwa perselingkuhan yang sedang membudaya di tengah-tengah kehidupan sosial kita ini bisa diobati melalui solusi sebagai berikut.

-          Meningkatkan keimanan dan ketakwaan dengan berbagai bentuk ibadah yang terdapat dalam Islam. Selain itu, ia harus meyakini bahaya yang akan ditimbulkan akibat perbuatan ini, yang tidak hanya berdampak kepada dirinya sendiri.  Ia pun harus takut akan ancaman Allah di akhirat kelak.

-          Bergaul dengan orang-orang yang saleh.

-          Untuk mengantipasi ajakan teman melakukan perbuatan haram ini, ia harus mencari teman yang baik, teman yang mampu memberikan nilai kebaikan selama ia bersamanya. Allah berfirman,

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (al-Kahfi: 28)

-          Mencari pasangan dengan cara islami.

Adalah sebuah fenomena di kalangan wanita: ada yang lebih suka melihat suaminya melakukan zina atau “jajan” di luar daripada berpoligami, atau ada suami yang merelakan istrinya melakukan hubungan intim dengan orang lain. Ini adalah fenomena yang tidak pernah tercatat dalam kamus kehidupan muslim. Tentunya, dalam hal ini suami harus mampu menegakkan nilai keadilan atau pinsip-pinsip dasar yang dituntut dalam berpoligami. Allah SWT berfirman,

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka kawinilah seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (an-Nisaa`: 3)

Maka, dengan langkah-langkah seperti ini, kita berharap masyarakat semakin bersih dari budaya-budaya negatif, mulai dari budaya pacaran, pergaulan bebas, perselingkuhan, hingga perzinaan.

source ->http://beranda.blogsome.com

Rasulullah SAW bersabda kepada menantunya, Ali r.a. , ” Wahai ‘Ali, setiap sesuatAli_calligu pasti ada penyakitnya.

Penyakit bicara adalah bohong,
penyakit ilmu
adalah lupa,
penyakit ibadah adalah riya’,
penyakit akhlaq mulia adalah kagum kepada diri sendiri,
penyakit berani adalah menyerang,
penyakit dermawan adalah mengungkap pemberian,
penyakit tampan adalah sombong,
penyakit bangsawa
n adalah membanggakan diri,
penyakit malu adalah lemah,
penyakit mulia adalah menyombongkan diri,
penyakit kaya adalah kikir,
penyakit royal adalah hidup mewah, dan
penyakit agama
adalah nafsu yang diperturutkan….”

Ketika berwasiat kepada ‘Ali bin Abi Thalib r.a. Rasulullah SAW bersabda, “Wahai ‘Ali, orang yang riya’ itu punya tiga ciri, yaitu : rajin beribadah ketika dilihat orang, malas ketika sendirian dan ingin mendapat pujian dalam segala perkara. ”

Wahai ‘Ali, jika engkau dipuji orang, maka berdo’alah, ” Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik daripada yang dikatakannya, ampunilah dosa-dosaku yang tersembunyi darinya, dan janganlah kata-katanya mengakibatkan siksaan bagiku…”

Ketika ditanya bagaimana cara mengobati hati yang sedang resah dan gundah gulana, Ibnu Mas’ud r.a berkata, ” Dengarkanlah bacaan Al-Qur’an atau datanglah ke majelis-majelis dzikir atau pergilah ke tempat yang sunyi untuk berkhalwat dengan Allah SWT Jika belum terobati juga, maka mintalah kepada Allah SWT hati yang lain, karena sesungguhnya hati yang kamu pakai bukan lagi hatimu…”

Taken from: http://beranda.blogsome.com

Dia yang diambil dari tulang rusuk. Jika Allah mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi. Dialah penolongmu yang sepadan, bukan sparing partner yang sepadan.

Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu. Tetapi dia akan berada disampingmu untuk berjaga-jaga dibelakang saat engkau berada didepan atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu. Dialah yang akan menutupi kekurangamu.

Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki: perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal sepele… hingga ketika laki-laki tidak mengerti hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya…sehingga tanpa kau sadari ketika mau menjalani sisa hidupmu…kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.

Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan. Jika ada makhluk yang sanggup menaklukan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan.

Dia tidak argumentasi hebat dari seorang laki-laki…tetapi dia butuh jaminan rasa aman darinya karena dia ada untuk dilindungi..tidak hanya secara fisik tapi juga secara emosi.

Dia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat. Bahasa yang teliti dan logis yang bias disampaikan secara detail dari seorang laki-laki. Tetapi yang dia butuhkan adalah perhatiannya… kata-kata yang lembut… ungkapan-ungkapan sayang yang sepele… namun, baginya sangat berarti hingga membuatnya aman di dekatmu.

Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan. Rumput yang lembut tidak mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon besar dan rindang… seperti juga didalam kelembutannya, di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bias bertahan dalam siatuasi apapun.

Dia lembut bukan untuk diinjak. Rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang. Jika lelaku berpikir tentang perasaan wanita, itu sepersekian dari hidupnya. Namun, jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki, hal itu akan menyita seluruh hidupnya.

Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki. Karena perempuan bagian dari laki-laki. Apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian hidupmu. Keluarganya akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga. Sekalipun dia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena dia lahir dan dibesarkan disana. Karena mereka, dia menjadi seperti sekarang ini. Perasaanya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga. Karena kau dan dia adalah satu. Dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya. Ketika pertandingan dimulai, pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama denganmu.

Disadur dari situsnya Dudung abdussomad toha

Puasa Nabi Daud

Rasulullah Muhammad saw bersabda:

فَصُمْ يَوْمًا وَأَفْطِرْ يَوْمًا فَذَلِكَ صِيَامُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام وَهُوَ أَفْضَلُ الصِّيَامِ فَقُلْتُ إِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ فَقَالَ النَّبِيُّ
لَا أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ

“Maka berpuasalah engkau sehari dan berbuka sehari, inilah (yang dinamakan) puasa Daud ‘alaihissalam dan ini adalah puasa yang paling afdhal. Lalu aku (Abdullah bin Amru radhialahu ‘anhu} berkata sesungguhnya aku mampu untuk puasa lebih dari itu, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Tidak ada puasa yang lebih afdhal dari itu. ” (HR. Bukhari No : 1840)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ
أَفْضَلُ الصَّوْمِ صَوْمُ أَخِي دَاوُدَ كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا
“Dari Abdullah bin Amru ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Puasa yang paling afdhal adalah puasa saudaraku Daud, beliau sehari berpuasa dan sehari berbuka. ” (HR. Tirmidzi No 701)

Puasa Daud adalah salah satu bentuk ibadah puasa sunnah, yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah Muhammad saw. Puasa ini dikerjakan sepanjang tahun. Pelaksanaan puasa ini berbeda dengan puasa sunnah lain. Puasa Daud dilaksanakan dengan cara selang-seling, sehari puasa sehari tidak.

Puasa Daud dapat dilaksanakan sepanjang tahun, selama tidak dilaksanakan pada hari-hari yang dilarang untuk berpuasa. Hari-hari yang dilarang untuk berpuasa diantaranya adalah 2 hari raya (Idul Firi dan Idul Adha) dan hari Tasrik. Sedang untuk hari jum’at, tidak terdapat halangan, selama puasa pada dari ini termasuk bagian dalam puasa Daud, jadi bukan puasa khusus pada hari Jum’at saja. Sedangkan jika puasa hanya pada hari Jum’at saja, maka hal ini tidak diperbolehkan.

Puasa Daud sebaiknya dilaksanakan apabila kita sudah terbiasa berpuasa hari Senin-Kamis, sehingga tidak ada kesulitan bagi kita untuk melaksanakannya. Sebagian ulama menyatakan bahwa sebaiknya tidak melaksanakan puasa Senin-Kamis jika sedang melaksanakan puasa Daud. Pendapat ini banyak digunakan diberbagai belahan dunia. Namun ada juga ulama yang menyatakan tidak masalah melaksanakannya juga.
Selain waktunya, tata cara pelaksanaan puasa Daud ini tidak berbeda dengan puasa lainnya. Sebelum berpuasa kita diharuskan untuk berniat. Selain itu, juga harus mampu mengendalikan diri dari semua perbuatan yang dapat membatalkan maupun mengurangi pahala puasa kita.

Dengan melakukan puasa Daud, maka diharapkan adanya peningkatan ibadah kita kepada Allah SWT. Selain itu, puasa Daud juga mampu membentengi doro dari segala nafsu duniawi yang sering dimiliki oleh manusia. Dan yang lebih penting lagi, puasa Daud adalah puasa yang dicintai oleh Allah SWT, sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad saw:

“Puasa yang paling dicintai oleh Allah adalah puasa Dawud, beliau (Nabi Dawud) berpuasa sehari dan tidak puasa sehari (puasa sehari selang seling).” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Al Wajiiz fi Fiqhi Sunnah wal Kitabil ‘Aziiz hal. 201

Utama mana antara Senin-Kamis dan Daud?
Dalam hal ini, persoalannya bukan sekedar amalan mana yang lebih utama, tapi lebih ke personal yang melakukannya: mampu atau tidak. Bagi orang yang mampu tentu ia lebih banyak memperoleh pahala. Seperti hadis Nabi saw. -riwayat Muslim- kepada Sayidah Aisyah “Pahalamu tergantung pada kesungguhanmu”. (Hadis ini telah menjadi dasar terbentuknya sebuah kaidah fikih: “maa kaana aktsaru fi’lan kaana aktsaru fadhlan”, artinya “Semakin sungguh-sungguh suatu ibadah dilakukan maka semakin besar fadhilah/pahalanya”.) Kesungguhan di sini meliputi dua hal: kualitas dan kuantitas. Jadi semakin bagus kualitas dan kuantitasnya, semakin besar pahalanya.

taken from http://dakwatuna.com

by chitsura desu

Kadang kala kita merasa bahwa sholat itu adalah suatu beban. Padahal Rasulullah SAW dah bernego sama Allah SWT (dlm perjalanannya waktu Isra -Miraj) agar sholat wajib kita hanya menjadi 5 waktu. Murah hati banget yah Allah itu. Tapi tetep aja kita merasa berat. Oleh karena itu ini ada beberapa tips ni agar sholat kita menjadi nikmat.

Ingatlah sholat itu menjadi 5 M. Apa sih 5 M itu:

  1. Menyenangkan – “Sesungguhnya beruntung orang-orang mu’min, yaitu orang yang khusyu’ dalam shalatnya” (Q.S Al-Mu’miinunun (23) : 1-2)
  2. Merindukan – “Sungguh Aku ini adalah ALLAH, tidak ada Tuhan selain Aku. Maka sembahlah Aku dan dirikanlah sholat untuk mengingat Aku.” (Q.S Thoha:14)
  3. Menolong – “Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menmui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya: (Q.S Al-Baqarah (2):45-46)
  4. Memelihara – “Kerjakanlah sholat, sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji (jahat) dan munkar” (Q.S Al-Ankabut:45)
  5. Menentramkan – “Ingatlah hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tentram’ (Q.S Ar Ra’du:28)

Nah.. setelah kita tahu, kini waktunya menerapkan  5M tersebut diatas. InsyaAllah sholat kita akan terasa nikmat.

by chitsura desu

Setiap manusia di bumi ini mempunyai satu tujuan hidup. Tujuan hidup ku adalah bahagia. Kebahagian dapat dicari dengan berbagai macam cara. Mungkin sebagian orang akan mencari kebahagian lewat uang, kekuasaan, kepuasan atau cinta.

Diantara beberapa manusia masih ada yang bingung dengan kebahagian apa yang membuatnya benar-benar bahagia. Mungkin juga karena orang itu masih belum menyadari apa arti kebahagiaan sesungguhnya. Namun kebalikannya, ada beberapa orang yang merasa bahwa dalam kehidupan ini ada suatu kebahagiaan yang luar biasa.

Apakah yang membedakan kedua sifat tersebut? Jawabannya bisa sangat sederhana. Bersyukur. Dengan bersyukur seseorang akan merasakan betapa indanya dunia ini. Dengan bersykur dapat bangun dari tidur di keesokan harinya adalah suatu karunia yang luar biasa.

Dengan bersyukur kita akan merasa bahagia maka dengan sendirinya kita akan merasakan kepuasan. Sebaliknya jika kita mencari kepuasan belum tentu kita akan bahagia dan apakah mungkin dengan keadaan seperti ini kita akan bersyukur?

Ingatlah bahwa yang membedakan kita bahagia atau tidak adalah bersyukur. Cukup kita bersyukur hari ini, kemarin dan untuk esok hari. Berbahagialah..

by chitsura desu

Semoga kedamaian, kesejahteraan senantiasa Allah Subhanahu wa Ta’ala limpahkan untukmu serta rahmat dan berkah-Nya selalu. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyanjung para muslimah, mukminah dan para wanita yang sabar nan khusu´ . Allah Subhanahu wa Ta’ala mensifati mereka bahwa mereka adalah wanita-wanita itu yang menjaga diri disaat sang suami keluar sesuai dengan tuntutan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan tatkala Allah l menyebut sifat-sifat orang-orang yang shalih, Dia Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Maka Rabb mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): “Sesungguh nya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan sebagian yang lain.” (Ali Imran: 195)

Sehubungan dengan bulan (yang mulia) ini (kitab kecil ini ditulis untuk menyambut bulan Ramadlan).. aku hadiahkan padamu wahai pemudi Islam dan wahai hamba Allah (hadiah) berupa pemberian ucapan selamat dengan munculnya bulan yang mulia ini. Seraya mohon untukku dan untukmu ampunan dan taubat yang tulus. Dan terimalah sepercik nasehat dari kami yang aku sajikan dalam sepuluh point:

Pertama: Wanita Muslimah senantiasa beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Rabbnya, percaya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sebagai Nabinya, dan percaya Islam sebagai agamanya. Dan tampak wujud iman itu dalam perkataan, amalan dan I´tiqad. Dia senantiasa waspada, menjauhi murka Allah dan takut pada kepedihan adzab-Nya serta menjauhi apa-apa yang menyelisihi perintah-Nya.

Kedua: Wanita Muslimah senantiasa menjaga shalat lima waktu dengan wudhunya dan khusu´nya serta memperhatikan waktunya. Kesibukan tertentu tidak menjadikan shalat terabaikan. Kesenangan tertentu tidak sampai melalaikan ibadah. Sehingga tampaklah padanya dampak dari penghayatan shalat. Karena sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dan shalat juga merupakan benteng yang besar dari kemaksiatan.

Ketiga: Wanita Muslimah senantiasa menjaga dan memelihara hijab. Merasa senang hati dan mulia dengan busana muslimah itu. Dia tidak keluar kecuali selalu menutup auratnya dan memohon perlindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan dia bersyukur kepadaNya atas kemulian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hijab tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga telah menjaga dan menginginkan kesucian dirinya. Allah berfirman:

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke tubuhnya”. (al-Ahzab: 59)

Keempat: Wanita Muslimah senantiasa bersemangat untuk menjalankan ketaatan pada suaminya, bersikap lemah lembut terhadapnya, menyayanginya, dan mendorongnya kepada kebaikan, memberi nasehat kepadanya dan menjadikan sang suami bisa beristirahat. Dia tidak meninggikan suara terhadapnya dan tidak menyakiti dalam kata-kata.

Telah tersebut di dalam riwayat yang shahih bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

Apabila seorang wanita shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadlan dan taat pada suaminya niscaya dia masuk surga Rabbnya. (HR. Ahmad dan Thabarani).

Kelima: Wanita Muslimah senantiasa mendidik anak-anaknya untuk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mengajarkan pada mereka aqidah yang benar, menanamkan pada hati mereka kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kecintaan pada Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, serta menjauhkan mereka dari kemaksiatan dan akhlaq yang tercela. Allah berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At-Tahrim:6)

Keenam: Wanita Muslimah tidak bersepi-sepi dengan laki-laki asing (bukan mahram). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

Tidaklah seorang perempuan bersepi-sepi dengan seorang laki-laki kecuali setan menjadi yang ketiganya. (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Al-Hakim)

Sehingga dia tidak bepergian tanpa mahram, dan tidak mendatangi pasar-pasar dan tempat-tempat umum kecuali dalam kondisi mendesak sambil memakai hijab, terselimuti dan rapi tertutup.

Ketujuh: Wanita Muslimah tidak menyerupai laki-laki pada perkara yang khusus bagi laki-laki. Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :

Allah melaknat orang laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki. (Hadits shahih).

Dan jangan sampai menyerupai perempuan-perempuan kafir pada ciri khas mereka dalam hal pakaian, gerak-gerik, dan tingkah laku, dan lainnya. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam

Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk mereka. (HSR. Ahmad, Abu Dawud dan lainnya)

Kedelapan: Wanita Muslimah sebagai seorang da´i yang menyeru menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala di barisan perempuan dengan bahasa yang baik, dengan berkunjung ketetangga, dengan menelpon saudari-saudarinya, dengan kitab-kitab kecil dan kaset-kaset Islami. Dia juga melakukan apa yang ia katakan, dan giat untuk menyelamatkan diri dan saudarinya dari adzab Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :

Sesungguhnya bila Allah memberikan hidayah kepada satu orang lantaran anda, itu lebih baik bagi anda daripada harta yang termahal. (HSR. Bukhari dan Muslim).

Kesembilan: Wanita Muslimah senantiasa menjaga hatinya dari perkara syubhat (yang samar) dan syahwat serta menjaga matanya dari perkara yang haram. Menjaga telinganya dari musik, perkataan cabul/jorok dan dosa. Menjaga anggota tubuh seluruhnya dari penyimpangan. Dan mengetahui bahwa yang demikian ini adalah taqwa. Sabda Rasulullah (yang artinya):
Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Barangsiapa yang malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya niscaya dia akan menjaga kepala dan apa yang ada di dalamnya dan (menjaga) perut dan apa yang dimuatnya. Dan barangsiapa yang mengingat kematian dan kebinasaan, dia akan meninggalkan perhiasan kehidupan dunia. (HR. Ahmad, Tirmidzi, Hakim).

Kesepuluh: Wanita Muslimah memelihara waktunya agar tidak terbuang sia-sia, menjaga siang hari atau malamnya agar tidak berantakan. Dia menjauhkan diri dari ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), ataupun mencaci, dan hal-hal yang tidak berguna lainnya. Allah berfirman (yang artinya):
Dan jauhilah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan senda gurau dan mereka telah terpedaya dengan kehidupan dunia. (Al-An´am:70)

Allah Ta´ala berfirman tentang kaum yang menyia-nyiakan umurnya, bahwa mereka akan berkata:

Betapa ruginya kami karena apa-apa yang telah kami lalaikan di dalamnya (dunia) (Al-An´am: 31)

Ya Allah… berikan petunjuk kepada pemuda-pemudi Islam menuju apa yang Engkau cintai dan ridhai, dan isilah hati mereka dengan iman. Mudah-mudahan shalawat dan salam tercurahkan kepada nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

by Abdullah Hadrami on Tue Oct 28, 2008 1:30 pm (http://www.sasak.net/forum/viewtopic.php?f=27&t=5939)

Majalah As-Sunnah Edisi 09/Th.IV/1421-2000

Older Posts »